Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 201 - Kekuatan dan Kecerdasan


__ADS_3

Korrina dan Komi mengadu tinju hingga serangan yang teradu mampu menciptakan gelombang besar di sekitar mereka yang dapat mengguncangkan seluruh planet, satu pukulan dari Komi saja sudah mampu membuat tinju Korrina gemetar hingga ia terdorong ke belakang dengan ekspresi yang terlihat serius, perbandingan yang sangat berbeda dalam segi kekuatan.


"... ...!" Korrina mengepalkan kedua tinju-nya lalu melepaskan semua aura Crimson yang terdapat di dalam diri-nya, rambut-nya semakin memanjang dan diselimuti aura merah pekat.


"Menaikkan kekuatan-mu itu? Apakah kau tidak pernah sadar bahwa kekuatan-ku tidak bisa dibandingkan dengan mudah oleh Mortal seperti diri-mu."


"Kita tidak akan tahu... aku saat ini sedang mencoba untuk mengalahkan diri-mu yang sombong itu!" Korrina melesat menuju arah Komi lalu ia melancarkan beberapa serangan sehingga serangan-nya menembus tubuh Komi yang sedang tertawa, ia melompat ke atas lalu melepaskan sihir Sacred yang berbentuk pedang ke arah-nya.


Korrina menghindari setiap pedang yang datang sambil menciptakan beberapa meteor Crimson yang ia lemparkan ke arah Komi, mereka berdua sama-sama menjaga jarak berkat sihir yang terus melesat menuju arah satu sama lain, melawan Komi dalam jarak yang dekat itu sama saja seperti bunuh diri tetapi menggunakan sihir juga akan tidak berguna jika Komi memiliki sihir ilusi tingkat tinggi.


Korrina melakukan salto ke belakang hingga diri-nya dikepung oleh ilusi, tidak ada pilihan lain selain memejamkan kedua mata-nya lalu melepaskan seluruh dorongan besar hingga semua ilusi itu hancur karena efek dari sihir Crimson yang dapat menghancurkan apapun seperti virus dan bakteri.


Komi muncul tepat di depan Korrina dan berhasil menghantam perut-nya menggunakan tinju-nya, dengan hanya satu pukulan saja sudah membuat Korrina memuntahkan banyak sekali darah dari mulut-nya hingga punggung-nya melepaskan gelombang perak yang besar karena satu tinju itu... Korrina menghantam wajah Komi menggunakan kening-nya hingga ia terdorong ke belakang.


Korrina tidak bisa menerima lebih dari tiga serangan karena kekuatan benar-benar mengerikan, darah-nya terus berkurang karena satu pukulan tadi... ia mencoba sekuat mungkin untuk memulihkan diri-nya tetapi Komi terus mengejar diri-nya hingga melepaskan ilusi yang mampu menyebabkan Korrina di suatu tempat dimana ketika ia melarikan diri... dia akan terus berakhir tepat di hadapan Komi.


Komi kali ini menyerang kembali dengan kecepatan yang meningkat cukup drastis, Korrina secara refleks berhasil menghindari semua serangan itu dengan menjadikan sihir-nya sebagai tumbal, Komi benar-benar terkejut bahwa Korrina masih bisa bertahan sejauh ini... seperti-nya yang membedakan dari mereka berdua adalah kekuatan dan kecerdasan.


Korrina kali ini berhasil menipu Komi dengan menggunakan sihir ilusi yang digabungkan dengan sihir waktu yang berasal dari kalung yang ia kenakan, Komi melihat Korrina yang mencoba untuk menyerang-nya dan ia segara menghantam leher-nya sehingga kepala-nya langsung terpisah dari tubuh-nya.


"Hehhh... Mudah---!" Komi melebarkan mata-nya ketika tubuh-nya berjalan cukup lambat, Korrina yang ia serang hanyalah ilusi yang ditambah dengan sihir waktu, Korrina yang asli muncul tepat di belakang Komi hingga menghantam leher bagian belakang-nya menggunakan tinju kanan-nya sampai Komi terlempar ribuan meter ke depan.

__ADS_1


"Rising Crimson...!" Korrina mengepalkan kedua tinju-nya, garis merah mulai menyelimuti kedua tinju-nya untuk memberikan diri-nya serangan yang dahsyat ketika ia mencoba untuk menyerang lagi, tetapi kemampuan itu hanya bertahan sekali serangan saja.


Komi berdecak kesal karena mengetahui kecerdasan Korrina lebih hebat dari-nya, ia tidak akan kalah dengan mudah karena setiap serangan dan sihir yang memiliki tingkatan dewa... Korrina bisa menebak-nya hingga berhasil menghindari-nya dengan aman, sihir Vanish bahkan tidak mempan kepada diri-nya sendiri.


Komi sudah mencoba melakukan [Vanish] kepada Korrina dengan hasil diri-nya yang terkena serangan oleh tinju Korrina, Komi saat ini berniat untuk menghancurkan semesta Touri karena melawan Korrina saja sudah pasti akan menghabiskan waktu yang sangat lama... ia lebih memilih untuk menghabiskan semesta-nya langsung.


"Ternyata kau memang mengandalkan kekuatan-mu itu ya, segala-nya. Kau bilang kau adalah segala-nya tetapi kecerdasan-mu itu terlalu rendah...! Lebih baik kau merendah saja dibandingkan meremehkan musuh-mu sendiri!" Korrina melepaskan aura-nya lagi agar ia bisa bergerak lebih cepat lagi, diri-nya mengorbankan beberapa kekuatan lalu mengubah-nya menjadi sumber kekuatan.


Sihir Crimson itu mempengaruhi tubuh Korrina... hanya kesakitan yang ia rasakan tetapi kesakitan itu tidak membuat diri-nya berhenti karena kesakitan yang ia rasakan tidak terasa begitu sakit karena sudah berpengalaman menahan kesakitan dari Grimoire of Crimson secara langsung.


Ketika Komi mengangkat lengan kanan-nya, Korrina tiba di hadapan-nya dengan tinju yang terkepalkan hingga melepaskan dorongan Crimson yang besar di belakang-nya, "Bersiaplah, segala-nya...!" Korrina melepaskan satu pukulan hingga pukulan itu melepaskan gelombang Crimson besar tepat di belakang punggung-nya.


"Hurrggghhhh!!!" Komi melebarkan mata-nya, pukulan tadi itu benar-benar terasa menyakitkan karena Korrina memindahkan seluruh sumber kekuatan Crimson ke dalam satu pukulan itu, ia tidak bisa menggunakan kemampuan untuk sementara tetapi ia masih memiliki tinju lain-nya yang sudah siap untuk menggunakan kemampuan yang sama.


Ketika Komi mencoba untuk menggunakan ilusi-nya, ilusi itu langsung hancur seolah-olah seperti kertas yang terbakar oleh api... sihir Crimson Korrina mulai bekerja dengan sangat baik sehingga mampu menghancurkan sihir ilusi Komi dan sihir-nya yang berada di tingkat dewa, resiko masih bisa Korrina tangani karena saat ini... keselamatan Touri itu lebih penting dibandingkan resiko yang akan ia lawan nanti.


Dengan satu pukulan yang mengenai perut Komi lagi, ia terpental mundur hampir seratus meter, isi perut-nya terasa bercampur aduk hingga organ-nya terasa seperti terbakar karena pukulan tadi... Komi benar-benar meremehkan Korrina dalam segi kekuatan dan kemampuan-nya dalam menangani sihir Crimson.


Untung-nya Korrina tidak bisa menggunakan sihir Sacred dicampur dengan Crimson, jika dia bisa melakukan-nya maka Komi memiliki kesempatan sedang untuk bisa memenangkan pertarungan ini. Kedua tinju yang mengandung kemampuan rahasia Crimson itu mulai bergetar dengan sendiri-nya hingga urat-urat menonjol keluar di sekitar lengan Korrina.


"Uck... Sial..." Tubuh Korrina melepaskan asap berwarna merah, asap itu menandakan resiko yang harus ia tangani... kemampuan rahasia yang dapat menghancurkan siapapun termasuk pengguna-nya, untungnya Korrina dapat mengendalikan-nya dengan mudah menggunakan sihir Sacred-nya yang dapat mengubah rambut-nya menjadi perak sekarang.

__ADS_1


"Hah... hah... hah..." Korrina tersenyum kecil karena cara yang ia lakukan benar-benar berhasil dan menahan resiko itu untuk waktu yang cukup lama.


Komi menatap Korrina dengan raut wajah yang kesal, "Kau tidak bisa membunuh-ku! Aku adalah segala-nya! Aku abadi...!!!" Korrina menghantam punggung Komi dari belakang karena ia tidak mau lagi mendengar perkataan yang keluar dari mulut Komi.


Serangan itu mampu mendorong Komi ke depan, tadi-nya ia sudah menyelimuti tubuh-nya dengan sihir Sacred dan ilusi tetapi hasil-nya tidak memuaskan karena sihir Crimson Korrina mampu menghancurkan sihir tersebut dengan mudah.


"Aku tidak akan diam saja... kau masuk ke wilayah yang salah, seharus-nya kau bersyukur dengan apa yang kau punya, Komi. Kau telah menjadi dewi segala-nya, seharusnya kau bisa melindungi dimensi-mu sendiri dengan kekuatan-mu sendiri tetapi kau menyia-nyiakan-nya hingga memberi musuh kesempatan untuk mencapai sesuatu yang berlebihan." Kata Korrina sambil memegang bahu kanan-nya yang terasa nyeri.


"Tidak mungkin... bagaimana bisa aku kalah oleh mortal rendahan seperti diri-mu...!? Berapa kali kau bercinta dengan---"


"Kekuatan-mu berasal dari bercinta dan itu cukup menyedihkan, berbeda dengan-ku... aku mencapai semua kekuatan dan kemampuan ini karena usaha ditambah dengan pengalaman yang terus aku alami, omong kosong apa yang mampu membuat seseorang menjadi kuat karena berhubungan tubuh." 


"Jangan berbicara lagi!!! Aku sudah muak mendengar perkataan-mu itu...!!! Inti-nya, aku Korrina Comi yang berasal dari semesta palsu akan menggantikan posisi-mu yang lemah dan rendah!!!" Komi melepaskan dorongan yang sangat besar hingga rambut Korrina mulai melayang.


"Lakukan atau mati...!" Korrina mengumpulkan seluruh sumber kekuatan-nya lalu memindahkan-nya tepat di telapak tangan kanan-nya untuk memancarkan satu serangan yang dapat mengakhiri pertarungan ini dengan cepat.


Korrina dan Komi melesat menuju arah satu sama lain dengan kecepatan yang setara, aura mereka menyebarkan kemana-mana sampai menyelimuti semesta Touri itu sendiri... dorongan yang terlepas juga mampu mendorong mundur beberapa planet termasuk asteroid. Komi berhadapan dengan Komi dan ia langsung melayangkan sebuah pukulan hingga pukulan itu menembus tubuh-nya.


Korrina tersenyum lalu berubah menjadi aura Crimson, "Heh."


Komi melebarkan mata-nya, "T-Tidak mungkin!" Komi secara refleks melirik ke kiri dan melihat Korrina yang sedang menunjuk dirinya dengan telapak tangan kanan-nya, Korrina langsung memegang erat lengan kanan-nya agar semua kekuatan yang ia kumpulkan itu tidak menyebar kemana-mana.

__ADS_1


"Aku tidak tergantikan..."


"...Vanish!"


__ADS_2